Manual
Book IPMS
> KONSEP BUDGET, BUASO & REVENUE CODE >
BUASO CODE
ISTILAH
1. WORK BREAKDOWN STRUCTURE (WBS)
Work Breakdown Structure adalah suatu istilah yang digunakan
dalam manajemen proyek untuk memecah pekerjaan menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil dan lebih terkelola. Ini menciptakan hierarki tugas yang dapat dipahami
dengan jelas, dengan proyek utama dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
dan lebih terkelola, atau lebih dikenal sebagai item-item didalam sebuah
Rencana Anggaran Biaya sebuah proyek.
WBS akan membantu dalam mengidentifikasi semua pekerjaan yang
diperlukan untuk menyelesaikan proyek dan mengorganisirnya dalam struktur
hirarkis.
2. RESOURCE BREAKDOWN STRUCTURE (RBS)
Resource Breakdown Structure adalah untuk mengidentifikasi
sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek menjadi
kategori-kategori yang lebih detail. Ini menciptakan struktur hierarkis untuk
sumber daya proyek, seperti bahan, tenaga kerja, peralatan, subcon dan
overhead. RBS membantu dalam mengelola dan alokasi sumber daya secara efisien
dengan mengidentifikasi dan mengorganisir sumber daya yang dibutuhkan dalam
proyek ke dalam struktur yang terorganisir.
Dalam ringkasan, WBS fokus pada pekerjaan yang perlu
dilakukan untuk menyelesaikan proyek, sementara RBS fokus pada sumber daya yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Keduanya merupakan alat
penting dalam manajemen proyek untuk memastikan proyek berjalan dengan lancar
dan efisien.
Setiap RBS ini harus memiliki kode yang unik atau tidak
duplikat, agar memudahkan mengidentifikasi masing-masing kelompok, dan
kode-kode tersebut disebut sebagai BUASO Code (Bahan, Upah, Alat, Subcon dan Overhead).
BUASO
Code ini akan menjadi dasar untuk sebuah commitment (PO, Kontrak atau Indirect
Cost), dimana semua item Buaso ini disimpan didalam data PO Catalog.
Pengelompokan
kode-kode ini, dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
-
DIVISI
(2 digit), kode 2 digit ini yang
selanjutnya menjadi pengelompok besar hierarki
dari RBS
-
MAJOR (4 digit)
-
MINOR (7 digit)
-
DETAIL (7 digit dan 4 digit, yang dipisahkan tanda –
atau dash)
Untuk
pengkodean bisa dilihat pada flow Terminology Budget.
Bila
saat membuat request untuk sebuah komitmen, dan ternyata tidak ada didalam PO
Catalog, maka user bisa menghubungi pihak procurement agar bisa dimasukan
kedalam PO Catalog, dengan melengkapi data-data seperti uraian, satuan,
Spesifikasi dan lainnya.
Setiap
item catalog, harus dipastikan unik dan memiliki Satuan yang standar supaya
tidak membingungkan user maupun saat melakukan identifikasi untuk summary
pemakaian proyek.
Untuk
detail cara implementasi BUASO Code di IPMS, bisa dilihat pada link Membuat BUASO Code.